Kamis, 20 Oktober 2016

Kebudayaan Bajawa(Upacara Adat Reba)

Setiap daerah di Indonesia, tentu memiliki  kebudayaan yang beraneka ragam. Kebudayaan menunjukkan ciri khas dari suatu suku bangsa. Kebudayaan bukan hanya melulu suatu yang bernilai materi namun juga  menyimpan sesuatu nilai etis. Hal ini membawa kita pada suatu refleksi bahwa kebudayaan membantu manusia untuk menjadi lebih arif dalam menemukan makna hidup ini. Atau dengan kata lain kebudayaan mengarahkan manusia untuk semakin berkembang secara manusiawi guna mencapai kebahagiaan dalam hidupnya. Melalaui paper sederhana ini, penulis ingin mendalami dan menggali makna terdalam dari Upacara Adat Reba dalam Budaya Ngada.

   II. Situasi Umum Daerah Ngada
            Ngada merupakan salah satu Kabupaten di Nusa Tenggara Timur yang beribukotakan Bajawa. Kabupaten Ngada terletak di Pulau Flores. Situasi geografis daerah ini didominasi oleh rangkaian pegunungan dan perbukitan. Mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Kabupaten  Ngada berbatasan langsung dengan Kabupaten Manggarai Timur di sebelah barat, sebelah timur dengan Kabupaten Ende, sebelah utara dengan Laut Sawu dan sebelah selatan dengan Laut Flores. Terkait dengan kepercayaan masyarakat di mana mayoritas penduduknya memeluk agama Katolik Roma. Terkait dengan adat istiadat, tentunya daerah ini memiliki banyak tradisi budaya yang terus dipertahankan sampai dengan saat ini. Tradisi budaya Ngada yang adalah potensi kekayaan daerah ini, yang masih terus dilestarikan dan dipertahankan sampai saat ini salah satunya yakni Upacara Adat Reba.

 III. Upacara Adat Reba
 Upacara Reba merupakan upacara adat di daerah Ngada yang diadakan setiap tahun baru, tepatnya di bulan Januari atau Februari. Upacara adat ini bertujuan untuk melakukan penghormatan dan ucapan  rasa terima kasih terhadap jasa para leluhur. Upacara ini juga bertujuan untuk mengevaluasi segala hal tentang kehidupan bermasyarakat pada tahun sebelumnya yang telah dijalani masyarakat Ngada[1]. Melalui upacara ini, keluarga dan masyarakat juga  meminta petunjuk kepada tokoh agama dan tokoh adat untuk dapat menjalani hidup lebih baik pada tahun baru yang akan datang. Ubi memang menjadi simbol utama dalam upacara adat reba. Hal itu tidak lepas dari tradisi pada masa nenek moyang yang menjadikan ubi sebagai makanan pokok.  Bagi warga Ngada, ubi dianggap  sebagai makanan atau sumber kehidupan yang tak pernah habis disediakan oleh bumi.  Karena itu, warga Ngada tidak akan pernah mengalami rawan pangan ataupun busung lapar. Dalam merayakan upacara adat reba, seluruh sanak keluarga datang berhimpun, termasuk yang berada di luar kota, bahkan di luar Nusa Tenggara Timur. Anggota keluarga  biasanya mulai berdatangan pada tanggal 1 januari sore. Mereka antara lain membawa buah tangan berupa beras, ubi, ayam atau juga babi.
Selama upacara reba berlangsung diiringi oleh tarian dari para penari yang mengenakan pakaian adat lengkap, selain itu  para penari menggenggam  pedang tajam (sau) dan tongkat warna-warni yang pada bagian ujungnya  dihiasi  dengan bulu kambing berwarna putih (Tuba). Sebagai pengiring tarian adalah gong dan gendang (laba go) serta alat musik gesek berdawai tunggal yang terbuat dari tempurung kelapa. Keistimewaan upacara adat reba ini biasanya dilakukan selama tiga sampai empat hari. Sebelum pelaksanaan upacara  tari-tarian dan nyanyian (O Uwi) diadakan misa  inkulturasi yang dipimpin seorang pater atau romo. Beberapa rangkaian upacara juga diiringi dengan koor nyanyian gereja dan menggunakan bahasa lokal Ngada. Upacara ini secara tidak langsung memadukan unsur adat dan agama.


IV. Tahap-tahap Upacara Adat Reba[2]

*  Reba Lanu
            Reba Lanu yakni sebagai pembuka seluruh rangkaian reba. Dan dilakukan pada tempat khusus yang terletak diluar kampung, yang disebut Lanu. Tahap ini bertujuan untuk menghormati leluhur masyarakat di kampung.
*  Dheke Reba
           Dheke reba dilaksanakan pada malam pertama reba. Pada kesempatan ini anggota-anggota suku datang ke rumah pokok untuk merayakan reba melalui makan malam bersama yang disebut Ka’ Maki Reba. Semua hal yang berhubungan dengan anggota suku  seperti  bere tere oka pale, tege tua manu dan hal lainnya didiskusikan.
*  Tarian Reba

       Tarian reba merupakan kegiatan menari masal sambil menyanyikan lagu reba yang   disebut Kelo Ghae dan O Uwi. Kegiatan ini dilaksanakan pada siang hari setelah malam Dheke Reba. Peserta tarian berpakaian adat lengkap.
*  Doya Uwi

  Doya Uwi adalah acara arakan ubi yang dilaksanakan di kampung.

*  Sui Uwi 

Sui Uwi merupakan upacara memotong ubi dalam rumah pokok masing-masing suku seraya mengkisahkan sejarah suku disamping kesan dan pesan kepada anak cucu dan leluhur. Acara ini sekaligus juga menutup seluruh rangkaian reba pada umumnya.

V. Makna Terdalam dari Upacara Adat Reba
Manusia adalah pelaku kebudayaan[3]. Dalam hal ini penulis tentu menyadari bahwa setiap adat kebudayaaan yang diciptakan manusia dan yang masih terus dilestarikan sampai saat ini tentu juga membawa manusia pada suatu perkembangan yang lebih manusiawi. Melalui kegiatan kebudayaan, sesuatu  yang sebelumnya hanya merupakan kemungkinan belaka, diwujudkan dan diciptakan baru[4] Namun di lain pihak, adat budaya juga membawa manusia pada keterikatan dengan aturan-aturan adat yang telah dibakukan yang membuat manusia merasa tidak bebas.   Telah kita lihat bersama bahwa Reba bagi orang Ngada merupakan suatu upacara adat guna menghormati para leluhur dan Sang Pencipta yang telah memberikan kehidupan dan keberhasilan selama setahun.
             Disatu sisi, orang Ngada meyakini bahwa para leluhur yang telah meninggal mempunyai semacam kuasa untuk mempengaruhi kehidupan anggota suku dan keluarga. Kuasa dari para leluhur akan tampak apabila mereka diabaikan dan tak diperhatikan. Mereka dapat mendatangkan malapetaka seperti kematian yang mendadak dalam suatu suku, penyakit, kegagalan panen dan hal- hal lain yang tak membawa manusia pada kebahagiaan hidup. Dalam tataran ini memang harus diakui bahwa terdapat unsur mitos dalam upacara ini. Mitos dalam hubungan dengan leluhur yang dipercaya dapat mendatangkan perlindungan dan juga malapetaka. Perlindungan yang dimaksud disini yakni terkait dengan seluruh usaha yang dilakukan setiap suku dalam setahun, akan berdampak baik dan berhasil apabila mereka tak menyingkirkan leluhur dalam kehidupan mereka. Sampai pada titik ini kita dapat melihat bahwa mitos dari upacara untuk menghormati para leluhur ini, dapat memberi jaminan pada masa kini[5]. Terlepas dari mitos, bahwa kedekatan masyarakat Ngada dalam bentuk penghormatan kepada para leluhur mereka, mengarah pada apa yang juga diajarkan dalam agama Kristen bahwa mereka yang telah mendahului kita dapat membantu kita  dengan doa dalam perjalanan hidup kita dimuka bumi ini. Penghormatan kepada para leluhur dalam upacara ini, tidak berarti bahwa masyarakat Ngada mengesampingkan atau menomorduakan peran Allah sebagai pencipta. Namun perlu dilihat disini bahwa bagi masyarakat Ngada melalui para leluhur mereka dapat mencapai sesuatu yang melampaui segala-galanya. Sesuatu itu yang adalah sebab pertama dan  utama dari segala sesuatu yakni Allah sendiri.
Disisi lain makna reba perlu dilihat sebagai suatu nilai yang perlu dipertahankan dan dilestarikan. Pasalnya, dizaman era modernisasi dengan kemajuan ilmu pengetahuan teknologi, warga Ngada masih menjunjung tinggi nilai budaya dan adat istiadat secara turun temurun. Warga Ngada menyadari bahwa penting menghormati leluhur yang telah memberikan kehidupan dan berkat. Ini merupakan salah satu nilai mendalam dari upacara adat reba. Reba yang dirayakan setiap tahun dan berlangsung turun temurun bukannya tanpa makna. Reba selain sebagai moment  untuk mengenang dan menghormati para leluhur secara istimewa, juga menjadi titik permenungan akan nilai luhur kehidupan yang diwariskan para pendahulu. Para pendahulu telah menanamkan nilai kedamaian, persatuan, gotong royong, tekun bekerja tanpa kenal lelah, saling melayani, menghindari rasa dengki dan egois yang harus diaplikasikan dalam kehidupan. Secara tak langsung makna terdalam dari reba tersimpan pemikiran etika dan fungsional. Unsur etika dan fungsional ini terkait dengan suatu produk yang dihasilkan dari upacara ini dalam tahap-tahap upacara ini, yang dilihat sebagai  dasar pijak dalam menata dan membangun kehidupan bersama, baik dalam membangun kehidupan pribadi, keluarga, lingkungan atau membangun kehidupan bermasyarakat. Selain itu, dengan adanya reba orang bisa menimba kekuatan dari menghindari adanya pengaruh budaya yang mencederai kehidupan bersama. Reba juga sebagai sarana promosi nilai budaya yang perlu dijadikan sebagai potensi pariwisata. Menurut penulis upacara adat reba mengandung unsur perdamaian, persaudaraan dan kasih dengan sesama. Banyak generasi hp, internet dan televisi yang sudah tidak mengetahui makna reba. Reba adalah suatu awal dari kehendak leluhur yang mewajibkan penerus guna melestarikan dan mengikuti ketentuan adat, peraturan dan hukum guna menuntun seseorang meraih kebahagiaan dalam kehidupan.


VI. Nilai Negatif  dari  Upacara Adat Reba
Selain  makna terdalam dari upacara adat reba yang telah dikemukakan  diatas, penulis  sebagai orang asli Ngada juga  melihat nilai negatif  yang terkandung dalam upacara adat reba.  Dalam upacara adat reba biasanya berlangsung selama tiga sampai empat hari. Dan  tentunya bukan sedikit anggaran yang disiapkan oleh setiap suku dalam kampung tersebut. Biasanya untuk melancarkan upacara ini setiap suku dalam kampung adat diwajibkan untuk menyiapkan babi, beras, ayam dan  materi yang lainnya. Dalam suku akan diadakan pembagian dan tentunya setiap kepala keluarga yang masuk dalam suku tersebut dibebankan pengumpulan-pengumpulan materi yang telah ditetapkan sesuai dengan ketentuan bersama. Tak dapat dibayangkan bahwa hal tersebut dapat menjadi beban, apalagi upacara ini dilakukan pada setiap tahun. Dalam hal ini penulis melihat bahwa ada unsur “ketidakbebasan” dari setiap kepala keluarga dari setiap suku. Mau tak mau mereka harus taat dengan semua hal yang telah ditetapkan tersebut. Bagi mereka yang memiliki penghasilan yang cukup hal ini tak menjadi persoalan. Tetapi menjadi suatu persoalan dan memberatkan bagi mereka yang berpenghasilan rendah. Dengan segala cara mereka akan mengusahakan  apa yang telah diwajibkan oleh kepala suku maka mereka harus berusaha keras untuk memperoleh apa yang diminta misalnya dengan cara berhutang pada yang lain. Hal lain yang dilihat disini bahwa upacara adat reba secara tak langsung memadukan unsur agama dan budaya dalam hal ini terkait dengan misa inkulturasi.  Memang harus diakui pula bahwa kebudayaan juga dapat digunakan sebagai sarana pewartaan. Paus Yohanes Paulus II menyatakan bahwa “proses integrasi Gereja ke dalam budaya tertentu adalah suatu proses yang panjang. Hal ini bukan hanya masalah adaptasi eksternal, karena inkulturasi adalah suatu transformasi yang dalam dari nilai-nilai budaya yang otentik melalui integrasi nilai-nilai tersebut ke dalam kristianitas, dan juga mengintegrasikan kristianitas ke dalam berbagai macam budaya manusia.” (Redemptoris Missio, Ch. V).
Maka dalam hubungan dengan misa inkuturasi upacara adat reba, tentunya diperlukan peran para tokoh agama untuk menjelaskan nilai-nilai iman yang dapat dikonfrontasikan dengan nilai budaya, sehingga tidak terjadi pencampuran paham-paham budaya ke dalam agama yang  dapat menimbulkan kehilangan makna asli dari inkulturasi budaya itu sendiri dalam agama. Dengan demikian masyarakat Ngada tentunya dapat dibantu untuk mengerti secara lebih baik hubungan iman dan budaya dihadapan Tuhan. Dengan kata lain seperti yang diungkapkan oleh Almarhum Paus Yohanes Paulus 11 bahwa didalam proses inkulturasi integritas dari iman Katolik tidak boleh dikorbankan. Gereja memang harus mampu memberikan nilai-nilai kekristenan, dan pada saat yang bersamaan mengambil nilai-nilai yang baik dari budaya yang ada dan memperbaharuinya dari dalam.
VII.  Penutup
Upacara Adat Reba merupakan warisan leluhur yang  harus tetap dijaga dan dilestarikan  oleh masyarakat Ngada. Dalam upacara adat ini kita dapat belajar bahwa nilai-nilai budaya dapat membawa manusia untuk semakin bertumbuh dan berkembang secara lebih manusiawi. Reba dapat menjadi sarana persatuan dan persaudaraan antar daerah yang juga menjadi dasar untuk membangun kehidupan bermasyarakat dan berbangsa secara lebih baik. Memang ada nilai negatif yang  dapat kita temukan dalam berbagai macam budaya termasuk dalam upacara adat reba. Namun pada intinya penulis melihat bahwa upacara adat reba membantu masyarakat Ngada agar tidak hanyut dalam perkembangan zaman namun perlu menyadari bahwa  apa yang telah diwariskan oleh para leluhur tersimpan sejuta filosofi hidup  yang mendalam
DAFTAR PUSTAKA


Selasa, 18 Oktober 2016

Sejarah Pulau Komodo

Nama : Legionardus trinitas
Universitas Gunadarma
Ahmad Nasher
SEJARAH PULAU KOMODO

Pada tahun 1910 orang Belanda menamai pulau di sisi selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur ini dengan julukan Pulau Komodo. Cerita ini berawal dari Letnan Steyn van Hens Broek yang mencoba membuktikan laporan pasukan Belanda tentang adanya hewan besar menyerupai naga di pulau tersebut. Steyn lantas membunuh seekor komodo tersebut dan membawa dokumentasinya ke Museum and Botanical Garden di Bogor untuk diteliti.

SEJARAH KOMODO 

Komodo adalah reptil darat terbesar di dunia. Hewan ini termasuk hewan yang terancam punah karena hewan ini merupakan hewan endemik. Endemik berarti, hewan ini hanya hidup di wilayah tertentu. Komodo hanya hidup di sebuah pulau yang bernama Pulau Komodo, Indonesia. Komodo termasuk jenis hewan karnivora, hewan ini memiliki bentuk lidah yang agak memanjang dan bercabang dua pada ujungnya mirip lidah ular. Penelitian menunjukkan bahwa ujung lidah yang bercabang ini berfungsi untuk “mengecap” makanannya. Hewan ini biasanya membuat sarang di bawah tanah.
Komodo merupakan hewan yang sangat unik karena ia memiliki dua cara untuk bereproduksi. Pertama, dengan cara fertilisasi (pembuahan) diantara komodo jantan dan komodo betina. Cara ini merupakan cara reproduksi seksual. Cara kedua adalah dengan melalui “Parthenogenesis”. Cara ini membuat seekor komodo betina menjadi hamil tanpa melalui proses pembuahan. Akan tetapi, “parthenogenesis” mengakibatkan semua telur yang dilahirkan melalui “parthenogenesis” akan menjadi komodo yang selalu berjenis kelamin jantan. “Parthenogenesis” diperkirakan berfungsi untuk mencegah kepunahan komodo.
Banyak orang mengatakan, komodo adalah kerabat dekat dari dinosaurus. Hal ini dilihat dari ditemukannya fosil-fosil dari jenis dinosaurus tertentu yang menunjukkan kemiripan struktur tubuh dengan komodo. Diperkirakan komodo merupakan salah satu dari berbagai “fosil hidup” dan saksi sejarah atas kepunahan dinosaurus. Jika hal ini benar, kemungkinan besar, sistem reproduksi parthenogenesis inilah yang menyebabkan bertahannya spesies ini dari ancaman kepunahan. Sekarang, jumlah populasi komodo sangat kecil, dan spesies ini telah tercatat sebagai salah satu dari ratusan spesies hewan yang terancam punah.

TAMAN NASIONAL KOMODO 

Taman Nasional merupakan penangkaran insitu yang digunakan untuk melindungi suatu spesies yang terancam punah. Salah satu contohnya adalah Taman Nasional Komodo. Di Taman Nasional ini terdapat suatu spesies yang sangat dilindungi dari kepunahannya. Komodo telah lama menjadi binatang yang sangat dilindungi, ini disebabkan sedikit sekali yang masih hidup di bumi ini. Hewan ini hanya terdapat di Kepulauan Flores, Nusa Tenggara, Indonesia. Sedangkan pulau yang paling banyak dihuni oleh hewan ini dinamakan Pulau Komodo. Hewan yang menyerupai kadal besar ini digolongkan hewan yang nyaris punah dengan jumlah populasi kurang dari 4.000 ekor. Maka pada tahun 1980 telah disepakati untuk membentuk suatu kawasan konservasi dalam bentuk Taman Nasional Komodo di Pulau tersebut dan beberapa pulau kecil lain disekitarnya.

Awal mula sejarah ditemukannya Komodo berawal dari dokumentasi yang berada di Museum Zoologi Bogor yang dilakukan oleh orang Belanda dengan melakukan perburuan di Pulau Komodo. Hasil penelitiannya tersebut kemudian dipublikasikan pada tahun 1912. Tidak beberapa lama kemudian berita tantang Komodo ini cepat tersebar ke seluruh dunia. Mereka melakukan ekspedisi ilmiah untuk melakukan penelitian di Pulau Komodo. Berikut merupakan data dari Loh Liang, tentang sejarah Komodo:
1911 Penemuan Komodo oleh J.K.H Van Steyn
1912 Pemberian nama ilmiah Varanus Komodoensis oleh P.A. Owens
1912 SK. Sultan Bima tentang perlindungan Komodo
1926 SK. Pemda Manggarai perlindungan Komodo
1930 SK. Residen Flores perlindungan Komodo
1931 Komodo Tercantum dalam daftar satwa yang mutlak dilindungi dalam UU Perlindungan binatang liar
1938 Pembentukan Suaka Marga Satwa P. Rinca dan P.Padar
1965 Pembentukan Suaka Marga Satwa P. Komodo
1980 Pembentukan Taman Nasional Komodo
1991 Penunjukan sebagai Warisan alam dunia oleh UNESCO
1992 Komodo sebagai satwa nasional kepres No.4 Tahun 1992

Pada tahun 2000, rencana pimpinan Taman Nasional Komodo diakui oleh Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam. The Nature Conservancy (TNC), lembaga swasta masyarakat lingkungan yang terbesar di Amerika Serikat, dan pedagang yang berasal dari Malaysia, Feisol Hashim, akan menguasai Taman Nasional Komodo selama 25 tahun. Mereka mau melindungi lingkungan setempat dengan hasil turisme yang akan diperbaiki.

KESIMPULANNYA DARI PULAU KOMODO ADALAH Pulau yang paling ajaib dari pulau yang lain yang terdapat di tenagah lau dan terdapat banyak sekali komofonya atau anak dari dinosaurus yang sudah lama hilang dari muka bumi ini.Dan dapat membawa bangsa ini bangga karna telah diresmikan sebagai 7 keajaiban dunia yang disahkan oleh PBB.

SARAN SAYA SEBAGAI PENULIS ADALAH Agar pulau ini tetap terjaga kealamiannya dan kebersihannya agar di generasi selanjutnya dapat melihat keajaiban itu.

Sabtu, 15 Oktober 2016

Fungsi Keluarga Dan Peranan Pemuda

Fungsi Keluarga & Peranan Pemuda

FUNGSI KELUARGA DAN PERANAN PEMUDA

Nama : Legionardus trinitas
Universitas Gunadarma
Ahmad Nasher


FUNGSI KELUARGA :

Fungsi keluarga adalah suatu pekerjaan- pekerjaan atau tugas-tugas yang harus dilaksanakan di dalam atau oleh keluarga itu.
Ada beberapa fungsi yang dapat dijalankan keluarga, sebagai berikut :
  1. Fungsi biologis
    1. Untuk meneruskan keturunan.
    2. Memelihara dan membesarkan anak.
    3. Memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
    4. Memelihara dan merawat anggota keluarga.
        2.   Fungsi Psikologis
    1. Memberikan kasih sayang dan rasa aman.
    2. Memberikan perhatian diantara anggota keluarga.
    3. Membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga.
    4. Memberikan Identitas anggota keluarga.
3.   Fungsi Sosialisasi
    1. Membina sosialisasi pada anak. 
    2. Membentuk norma-norma perilaku sesuai dengan tingkat perkembangan anak.
    3. Meneruskan nilai-nilai budaya keluarga.
4.   Fungsi Ekonomi
    1. Mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. 
    2. Pengaturan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
    3. Menabung untuk memenuhi kebutuhan keluarga di masa yang akan datang, misalnya pendidikan anak-anak, jaminan hari tua, dsb.
5.   Fungsi Pendidikan
a. Menyekolahkan anak untuk memberi pengetahuan, keterampilan dan membentuk  perilaku anak sesuai bakat dan minat yang dimilikinya.
b. Mempersiapkan anak-anak untuk kehidupan dewasa yang akan datang dalam memenuhi peranannya sebagai orang  dewasa.
c. Mendidik anak sesuai dengan tingkat perkembangannya. Ahli lain membagi fungsi keluarga, sebagai berikut :
      1. Fungsi Pendidikan : Dalam hal ini tugas keluarga adalah mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak bila kelak dewasa.
      2. Fungsi Sosialisasi anak : Tugas keluarga dalam menjalankan fungsi ini adalah bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik.
      3. Fungsi Perlindungan: Tugas keluarga dalam hal ini adalah melindungi anak dari tindakan-tindakan yang tidak baik sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.
      4. Fungsi Perasaan : Tugas keluarga dalam hal ini adalah menjaga secara instuitif merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.
      5. Fungsi Religius : Tugas keluarga dalam fungsi ini adalah memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga yang lain dalam kehidupan beragama, dan tugas kepala keluarga untuk meyakinkan bahwa ada kehidupan lain setelah  dunia ini.
6. Fungsi Ekonomis
Tugas kepala keluarga dalam hal ini adalah mencari sumber-sumber kehidupan dalam memenuhi fungsi-fungsi keluarga yang lain, kepala keluarga bekerja untuk mencari penghasilan, mengatur penghasilan itu, sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan keluarga.
7. Fungsi Rekreatif 
Tugas keluarga dalam fungsi rekreasi ini tidak harus selalu pergi ke tempat rekreasi, tetapi yang penting bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga sehingga dapat dilakukan di rumah dengan cara nonton TV bersama, bercerita tentang pengalaman masing-masing, dsb.
8. Fungsi Biologis 
Tugas keluarga yang utama dalam hal ini adalah untuk meneruskan keturunan sebagai generasi penerus


PERANAN PEMUDA DALAM KEMAJUAN BANGSA 

Masa depan Bangsa Indonesia sangatlah ditentukan oleh para generasi muda Bangsa ini. Kaum Muda Indonesia adalah masa depan Bangsa ini. Karena itu, setiap pemuda Indonesia, baik yang masih berstatus pelajar, mahasiswa ataupun yang sudah menyelesaikan pendidikannya merupakan factor-faktor penting yang sangat diandalkan oleh Bangsa Indonesia dalam mewujudkan cita-cita bangsa dan juga mempertahankan kedaulatan Bangsa.

Dalam upaya mewujudkan cita-cita dan mempertahankan kedaultan bangsa ini tentu akan menghadapi banyak permasalahan, hambatan, rintangan dan bahkan ancaman yang harus dihadapi. Masalah-masalah yang harus dihadapi itu beraneka ragam. Banyak masalah yang timbul sebagai warisan masa lalu, masalah yang timbul sekarang maupun masalah yang timbul di masa depan negara kita.

Dengan masalah-masalah yang sudah ada maupun yang akan datang, penting bagi rakyat Indonesia, terutama kaum pemuda dan mahasiswa untuk membiasakan diri dalam meningkatkan dan memperbaiki produktifitas kita sebagai Bangsa Indonesia

  I.PERANAN PEMUDA DAN MAHASISWA DALAM KEMAJUAN BANGSA (ERA DAHULU)

Di era Reformasi, para pemuda khususnya mahasiswa selalu berperan dalam perubahan negeri ini. Berbagai peristiwa besar identik dengan peran pemuda dan mahasiwa didalamnya.

Dalam sejarah perjuangan Bangsa Indonesia, gerakan pemuda dan mahasiswa sering menjadi tombak perjuangan nasional. Beberapa Gerakan pemuda dan Mahasiswa yang dicatat di dalam sejarah adalah sebagai berikut :
  1.     Budi Utomo
  2.     Sumpah Pemuda
  3.     Perhimpunan Indonesia
  4.     Peristiwa Rengasdengklok

Gerakan perjuangan pemuda dan mahasiswa sebagai control pemerintahan dan control social terus berkembang pesat, hingga terjadi Tragedi Trisakti yang merupakan gerakan perjuangan pemuda dan mahasiswa. Gerakan ini menuntut reformasi perubahan pemerintahan yang KKN ( korupsi, kolusi dan Nepotisme ) dan memaksa Presiden Soeharto untuk turun dari jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia.

Sejarah panjang gerakan pemuda dan mahasiswa merupakan salah satu bukti eksistensi dan tanggung jawab sebagai rakyat Indonesia dalam memberikan perubahan dan memperjuangkan kepentingan rakyat Indonesia.

 II. PERANAN PEMUDA DAN MAHASISWA DALAM KEMAJUAN BANGSA (ERA SEKARANG)

Generasi muda adalah generasi harapan bangsa. Pernyataan ini akan sangat membanggakan bagi masyarakat Indonesia apabila dapat menjadi kenyataan. Akan tetapi, faktanya membuktikan bahwa generasi muda di Indonesia saat ini cenderung mengkhawatirkan perilakunya bagi kelanjutan masa depan bangsa ini.

Hal ini dapat dilihat dari banyaknya kasus yang terjadi pada generasi muda antara lain kasus narkoba, kejahatan, pergaulan bebas dan lain sebagainya. Peranan pemuda dan mahasiswa tentunya masih sangat diperlukan untuk regenerasi dalam mewujudkan dan melanjutkan cita-cita bangsa ini yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan terdahulu.

Peranan pemuda dan mahasiwa terlihat sudah mulai terarah ke gerakan pemuda dan mahasiswa pada zaman reformasi. Bisa kita lihat pada peristiwa Kenaikan BBM kemarin. Unjuk rasa pemuda dan mahasiswa terlihat anarkis. Jika Kenaikan Harga BBM benar-benar terjadi, bisa saja unjuk rasa pemuda dan mahasiswa menjadi unjuk rasa besar-besaran, seperti Tragedi Trisakti pada zaman reformasi.

Dilihat dari segi positifnya, peranan pemuda terhadap kemajuan bangsa sudah membaik, misalnya dengan memenangkan kompetisi antar negara. Dengan pemuda menjadi pemenang atau hanya berpartisipasi, itu sudah menjadi peranan dalam kemauan bangsa.



Kesimpulan Fungsi Keluarga :
keluarga mempunyai 8 fungsi ada : Biologis,Psikologis,Sosialisasi,ekonomi,pendidikan,ekonomis,rekreatif dan biologis didalam itu semua menceritakan tentang kehidupan keluarga yang saya alami sehari hari.

Kesimpulan Peranan Pemuda :
Peranan pemuda sangat lah penting karena penerus bangsa nantinya adalah kaum muda maka itu kita sebagai mahasiswa harus bisa menjadi penerus bangsa.


Daftar Pustaka :

Mobiltas Sosial Dan Macam Macam Imigrasi


MOBILITAS SOSIAL DAN MACAM MACAM IMIGRASI


NAMA    : LEGIONARDUS TRINITAS 
UNIV      : GUNADARMA
DOSEN  : AHMAD NASHER


Mobilitas Sosial 


A.        Pengertian Mobilitas

Setiap manusia pasti ingin merubah statusnya ke status yang lebih baik. Kalau anda masih meragukan, silahkan coba melakukan eksperimen yaitu dengan bertanya pada anak kecil. Apa cita-citamu kalau sudah besar? Dia akan menjawab A. Dan setelah ia sudah remaja, coba Tanya kembali, maka ia akan menjawab B. Kemungkinan besar cita-cita “B” adalah cita-cita yang lebih tinggi statusnya dibandingkan cita-cita sebelumnya. Perubahan status inilah yang sering dikatakan orang sebagai bagian dari mobilitas. Kalau dilihat secara bahasa, kata mobilitas berasal dari bahasa latin yaitu “mobilis” yang berarti mudah dipindahkan atau banyak gerak. Artinya mobilitas adalah pergerakan atau perpindahan status satu ke status yang lain, baik itu perubahan ke status yang lebih baik (naik) maupun ke status yang lebih rendah (turun) dan ada juga tidak terjadi perubahan status namun  hanya perpindahan aktivitas atau tempat saja. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa mobilitas sosial merupakan perpindahan status dalam  stratifikasi sosial atau pelapisan sosial di masyarakat.

B.        Bantuk-Bentuk Mobiliats Sosial
Setelah membaca penjelasan di atas bahwa mobilitas sosial memiliki bentuk-bentuk yang berbeda yaitu:
1.      Mobilitas horizontal

Mobilitas horizontal adalah perpindahan individu atau objek sosial lainnya dari suatu kelompok sosial ke kelompok sosial lainnya yang sederajat. Dengan demikian seseorang hanya mengalami perpindahan semata akan tetapi tidak menambah tingkatan atau mengurangi tingkatan status yang lama. Contohnya murid SMAN 1 pindah sekolah ke MAN 1. Disini terlihat bahwa, murid tersebut hanya berpindah sekolah namun statusnya masih sama yakni siswa (murid).
2.      Mobilitas vertikal

Mobilitas vertikal merupakan perpindahan individu atau objek sosial dari suatu kedudukan sosial yang satu ke kedudukan sosial lainnya yang tidak sederajat. Artinya terjadi perubahan derajat seseorang dari yang rendah menjadi yang tinggi atau sebaliknya. Ciri khas dalam mobilitas sosial vertikal adalah terjadinya perubahan derajat pada individu dalam mobilitas sosial tersebut. Mobilitas vertikal terbagi menjadi dua yaitu:
a.      Social climbing
Social climbing atau disebut mobilitas vertikal naik adalah mobilitas sosial yang di dalamnya terjadi kenaikan derajat. Social climbing memiliki dua bentuk utama yaitu:  1). Masuknya individu-individu yang mempunyai kedudukan rendah ke dalam kedudukan yang lebih tinggi. 2). Pembentukan suatu kelompok baru yang kemudian ditempatkan pada derajat yang lebih tinggi dari kedudukan individu-individu pembentuk kelompok tersebut. Contohnya, seorang guru yang berprestasi diangkat menjadi kepala sekolah.
b.      Social sinking
Social sinking atau disebut juga mobilitas vertikal turun adalah mobilitas sosial yang di dalamnya terjadi penurunan derajat. Social sinking memiliki dua bentuk utama, yaitu: 1). Turunnya kedudukan individu-individu ke kedudukan yang lebih rendah derajatnya.  2). Turunnya derajat sekelompok individu yang dapat berupa disintegrasi kelompok sebagai kesatuan. Contohnya, seorang ketua partai politik diturunkan atau dikeluarkan karena terdakwa sebagai koruptor.
Pada prinsipnya mobilitas sosial vertikal memiliki beberapa prinsip anatar lain yaitu :
1.      Hamper tidak ada masyarakat yangstratifikasinya secara mutlak tertutup, sekalipun pada masyarakat sistem kasta.
2.      Gerak sosial vertikal tidak mungkin dapat dilakukan sebebas-bebasnya meski stratifikasinya terbuka karena ada hambatan-hambatan.
3.      Gerak sosial vertikal memiliki cirri khas dalam setiap masyarakat tidak sama
4.      Laju gerak sosial vertikal yang disebabkan oleh faktor ekonomi, politik, serta pekerjaan berbeda-beda.
5.      Tidak ada kecendrungan yang kntiniu mengenai bertambah atau berkuangnya laju gerak sosial, dan ini berlaku bagi semua masyarakat.
3.      Mobilitas intragenerasi

Dalam kehidupan sehari-hari seringlah kita melihat di satu keluarga memiliki anak yang banyak. Si abang memiliki status lebih tinggi di bandingkan adiknya. Ada juga kebalikannya. Dari contoh tersebutlah kita bisa ambil garis tengahnya bahwa mobilitas dalam masayarakat yang tejadi pada keluarga mengalami perubahan. Perubahan pada status abang dan adik inilah yang dinamakan sebagai mobilitas intragenerasi. Mobilitas intragenerasi merupakan mobilitas sosial yang dialami seseorang selama masa hidupnya (dalam satu generasi) atau berdasarkan riwayat hidupnya. Mobilitas ini hanya terjadi pada generasi yang sama. Dengan pengertian lain, satu generasi yang sama yaitu adik, kakak, dan abang. Mobilitas ini juga bisa naik dan turun. Contoh mobilitas intragenerasi naik: Wahyu  dan Andini adalah abang adik yang mendirikan sekolah bersama. Wahyu sebagai abang menjadi guru sedangkan Andini sebagai adik menjabat kepala sekolah. Sedangkan contoh intragenerasi turun sebaliknya.
4.      Mobilitas antargenerasi

Kalau mobilitas intragenerasi hanya meliputi satu generasi yang sama, maka berbeda halnya dengan mobilitas antargenerasi. Mobilitas antargenerasi diartikan sebagai mobilitas sosial yang terjadi antara dua generasi atau lebih. Mobilitas seperti ini terjadi karena adanya perubahan status sosial antara ayah dengan anak, anak dengan cucu, dan seterusnya. Mobilitas antargenerasi mengacu kepada perbedaan status yang dicapai seseorang yang telah memiliki keluarga sendiri dibandingkan dengan status sosial yang dimiliki orang tuanya. Dalam mobilitas ini juga bisa terjadi gerak naik maupun turun. Contoh mobilitas sosial antargenerasi naik, anak seorang pemulung yang rajin dan mampu menyekolahkan anakanya hingga saraja dan menjadi dosen di sebuah perguruan tinggi negeri.
5.      Mobilitas geografis
Bebeda pula halnya dengan mobilitas geografis yang menekankan pada perpindahan individu atau kelompok dari satu daerah ke daerah yang lain seperti transmigrasi, urbanisasi dan migrasi. Mobilitas ini lebih menekankan pada tempat yang membuat individu mengalami perubahan status. Contohnya yaitu seseorang warga biasa berpindah tempat karena alasan ekonomi, setelah di tempat tinggal yang baru ia sukses dan terpilih menjadi lurah.

 Organisasi-organisasi politik, ekonomi, dan keahlian

Organisasi politik, ekonomi, atau organisasi dengan keahlian tertentu terkadang 
1.      Konflik
Di saat terjadi perubahan status pada suatu organisasi atau lembaga, secara manusiawi pasti ada yang cemburu, iri, atau tidak terima. Aapalagi perubahan status tersebut menjadikan seseorang turun jabatan atau derajat, maka tidak bisa dipungkiri akan terjadi konflik. Selain itu konflik juga dapat terjadi karena adanya perbedaan yang mana dapat disebabkan oleh: perbedaan kebudayaan, perbedaan antar-individu, perbedaan kepetingan dan perubahan sosial. Masing-masing pihak yang berkonflik biasanya bersikukuh untuk mempertahankan pendirianya masing-masing dan berusaha menjatuhkan pendirian lawanya.
2.      Penyesuaian atau Proses akomodasi baru
Konflik di sisi dapat mengancam stabililitas sosial, akan tetapi di sisi lain konflik juga dapat dapat mendorong para pihak yang bersiteru untuk menciptakan penyesuaian-penyesuaian dalam upaya menyelesaikan konflik diantara mereka. Untuk itu, stabilitas sosial baru lambat laun terbentuk di masyarakat. Penyesuaian terhadap perubahan yang diakibatkan oleh mobilitas sosial, antara lain:
a.       Berlakunya perlakuan atau aturan yang baru di masyarakat.
Perlakuan atau aturan brupa sistem politik yang baru,, ideologi baru, tingkat toleransi yang tinggi, tingkat kebebasan yang lebih tinggi, dsb
b.      Masyarakat mulai mempunyai sikap baru terhadap suatu keadaan.
c.  Terdapat pergantian dominasi dalam suatu masyarakat. Misalnya, setelah indonesia merdeka, semua warga berhak  memperoleh pendidikan yang sama.
E.        Faktor-Faktor Pendorong Mobilitas Sosial
1.      Status sosial
2.      Keadaan ekonomi
3.      Situasi politik/kondisi keamanan
4.      Motif-motif keagamaan
5.      Kondisi kependudukan (Demografi)
6.      Keinginan melihat daerah lain

Dan inilah salah satu contoh gambar dari mobilitas sosial :


PENGERTIAN MIGRASI DAN MACAM MACAM MIGRASI

migrasi adalah gerakan atau perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain melintasi batas wilayah tertentu.
berdasarkan niat atau tujuan pelakunya untuk menetap atau tidak, migrasi dibedakan menjadi dua, yaitu :


A. migrasi permanen

maksudnya yaitu perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain dengan tujuan untuk menetap di daerah yang dituju. contoh migrasi permanen yaitu transmigrasi, urbanisasi, emigrasi, imigrasi, dan sebagainya.

B. migrasi non permanen (sirkuler)

migrasi silkuler atau non permanen yaitu perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain dengan tujuan tidak menetap. Waktunya bisa sehari, artinya pagi pergi atau berangkat pindah sore pulang. Namun bisa juga migrasi silkuler ini memakan waktu beberapa hari, minggu atau bulan.


berdasarkan ruang lingkup gerakan atau perpindahanya migrasi dibedakan menjadi dua, yaitu :
a. Migrasi Internasional
adalah perpindahan penduduk yang dilakukan dengan melintasi batas wilayah negara atau antarnegara dengan tujuan menetap di negara yang dituju.
migrasi internasional berdasarkan arah gerakan atau perpindahanya dibedakan menjadi tiga, yaitu :

1) Imigrasi, yaitu perpindahan penduduk di luar negeri masuk ke dalam wilayah suatu wilayah negara tertentu untuk menetap.

2) Emigrasi, yaitu perpindahan penduduk dari suatu negara ke luar atau ke negara lain dengan tujuan menetap.

3) Repatriasi (remigrasi), yaitu perpindahan penduduk dari negari lain kembali ke negara asalnya.

B. Migrasi Nasional

yaitu gerakan atau perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain melintasi wilayah provinsi atau kabupaten dalam satu wilayah negara.
beberapa contoh jenis migrasi nasional antara lain :
1) Transmigrasi
pengertian transmigrasi yaitu perpindahan penduduk dari daerah yang padat penduduknya ke daerah yang kurang padat dalam satu wilayah negara
2) Urbanisasi
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari daerah pedesaan atau daerah tepian kota ke daerah perkotaan untuk tujuan tertentu.

DAMPAK MIGRASI

Dampak negatif migrasi
Beberapa dampak negatif migrasi terhadap kehidupan di masyarakat yang sering dirasakan saat ini, antara lain :
1) Kurangnya perlindungan bagi para imigran, terutama bagi TKI yang bekerja di luar negeri.
2) Kesempatan atau peluang kerja di kota semakin terbatas, karena semakin banyaknya tenaga kerja yang ke kota.
3) Menimbulkan masalah di daerah tujuan, terutama bagi mereka yang tidak berbekal keterampilan dan pengetahuan yang cukup.
4) Berkurangnya tenaga kerja muda atau usia produktif di daerah pedesaan yang menjadi andalan kegiatan pertanian.

B. Dampak positif migrasi

Selain dampak negatif, migrasi ternyata juga membawa dampak positif baik bagi kehidupan masyarakat, antara lain :
1) Kebutuhan tenaga kerja masyarakat kota tercukupi, terutama tenaga kerja muda yang produktif.
2) Kemajuan pembangunan daerah perkotaan semakin pesat, karena didukung oleh tenaga kerja yang banyak dan fasilitas yang lengkap.
3) Bagi warga desa yang sadar dan peduli akan perkembangan desanya, akan membawa kemajuan di di desanya berbekal dari pengalaman yang diperoleh di kota. dan ini contoh gambar 

Kesimpulan dari mobiltas sosial adalah Perpindahan mobilitas sosial memiliki berbagai macam arah yang berbeda-beda, tergantung dari individu yang melakukan mobilitas sosial. Seorang individu atau kelompok yang gagal melakukan mobilitas sosial, mereka melakukan pengembangan citra kelompoknya melalui bidang lain diantaranya budaya dan olahraga. Dengan demikian kelompok tersebut tidak merasa kecil hati karena memiliki kelebihan di bidang yang lain.jika imigrasi ada 3 kesimpulan

Migrasi adalah perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap dari satu tempat ketempat lain melampaui batas politik atau batas negara lain


1. Faktor terjadinya migrasi ada dua yaitu, faktor pendorong dan faktor      penarik.
2. Alasan terjadinya migrasi bisa disebabkan oleh alasan politis, sosial kemasyarakatan, agama atau kepercayaan, ekonomi dan alasan lainnya.
3. Secara umum migrasi dapat dibedakan menjadi dua yaitu, migrasi internasional seperti imigrasi, emigrasi dan remigrasi, serta migrasi internal seperti urbanisasi dan transmigrasi.

    Saran  saya sebagai penulis teteplah berusaha agak suatu saat nanti kita bukan menjadi sampah di negeri ini.

    Daftras pustaka :


    1.mobilitas sosial : http://khairulazharsaragih.blogspot.co.id/2015/03/mobilitas-sosial-lengkap-pengertian.html

    2.macam macam migrasi: https://skepticalinquirer.wordpress.com/2015/01/22/jenis-jenis-imigrasi/